SMANSTIK The Palace of Kambara

Mei 12, 2009 at 11:15 am (SMANSTIK Kambara) (, , , , , , )

SMANSTIK sebuah sekolah yang memendam begitu banyak cerita, cerita yang selalu berbeda setiap saatnya, cerita yang bagi mereka adalah kenangan yang tak terlupakan, cerita yang selalu hangat untuk diperbincangkan, cerita yang patut untuk diceritakan, cerita yang selalu menghiasi kaki langit kelurahan waumere, cerita yang mewarnai hiruk pikuk warga pulau Muna yang terindah.

semua cerita itu dimulai pada jam 6.00 am. semua orang dengan seragam putih abu-abu berlogokan SMA N 1 Tikep sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut hari yang selalu di prediksi merupakan hari yang sangat membahagiakan, disamping sebagai hari untuk duduk memperhatikan guru berbicara di depan, hari ini juga selalu penuh dengan canda tawam, teriakan, sindiran kecil, curhat, bermain, berdiskusi, bernyanyi, memalak, nraktir, mojok, caper, menyendiri, nongkrong, mempersiapkan soal ujian, merapikan berkas siswa, melanggar peraturan sekolah, membersihkan taman, dan begitu banyak kegiatan yang selalu mengundah keceriaan dan patut untuk diperbincangkan.

semua orang dengan kesibukannya, sesekali melirik jam dinding, menunjukan pukul 6.00 am. “bu aku berangkat ya..” jika percakakpan ini direkam oleh satelit satelit, maka akan tercipta sebuah alunan nada serentak bagai group paduan suara yang terkenal. satu suara yang mengawalai hari-hari selama minggu-minggu belajar di SMA N 1 Tikep.

belum sampai, dalam perjalanan saja cerita masih menarik, bagi mereka yang merasa disiplin, apel pagi pada jam 6.45 am adalah hal biasa, mereka melenggang dengan santai dari jalan raya menuju lapangan apel ketika dering lonceng telah berbunyi, seolah telah diersiapkan begitu lama, apel pagi adalah kegiatan seremonial yang terlalu penting untuk ditinggalkan.

ada lagi mereka yang memang memilih untuk mengambil jalan pintas bagi mereka yang memilik jarak cukup jauh dari kediaman kereka, dengan kondisi berembun dan sempit, hanya cukup dilewati satu kendaraan roda dua, jalan setapak ini mengantarkan para sisiwa menuju sekolah, dengan semangat dan keveriaan menggoda paea gadis dan burung yang berkicau riuih rendah menyambut pagi, meskipun selalu aktifitas yang sama, tak pernbah mereka merasa bosan melakukannya tiap hari bercanda dan menggoda, entahlah… karean semangat mereka selalu yagn terbaik untuk hari-hari yang terbaik.

Mengumpulkan massa saat apel pun adalah kisah tersendiri, ini adalah tugas harian siswa yang memiliki  amanh di lembaga, sebuah lembaga yang baru ini kusadari tidak dapat menjalankan fungsinya secara baik, miskin pengalaman dan tidak pernah memberikan kebaikan pada khalayak secara berkelanjutan.

Osis, mereka yang terjun dilembaga ini bertugas memukul bel saat apel pagi dan menyeru semua siswa yang ada di sekolah untuk segera berkumpul. Dan hal ini biasanya dilakukan oleh guru piket, namun jika guru piket berhalangan hadir atau sedang tidak ingin, maka pada Osislah yang mengambil tanggungjawab itu.

Bersusah payah. Mungkin mengarahkan kawanan kambing bagiku nampak lebih mudah, hanya dengan sebatang kayu pangjang ditangan, maka kambing-kambing ternak itu akan menurut diarahkan kemana saja sesuai kehendak empunyanya. Tapi yang terjadi berbalik 180 derjat, kenyataan bahwa warga sekolah putih abu-abu itu bukanlah kawanan kambing,  hewan yang dungu, dan tak pernah berpikir baik atau buruk, berbekal otak yang hanya memiliki muatan berupa kemampuan mengontrol anggota tubuh dan insting makan, minum, serta seks.

Mereka adalah mahluk manusia yang sempurna, selain apa yang dimiliki oleh kemampuan binatang, juga dibekali pikiran untuk mengonttol diri mereka, sehingga manusia bisa berkembang, hidup, membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, yang meregit pada human beings.

Dan tetap saja, meskipun berlabel manusia, tapi untuk urusan yang satu ini susahnya minta ampun, kecuali jika tongkat sakti muncul, segera saja barisan dan massa akan terbentuk dalam waktu kurang dari 5 menit, dan itu pasti!

Tak selesai menyeru untuk berkumpul, komandan barisan harus mempersiapkan barisan, merapikannya, meminta laporan masing-masing ketua kelas atas kehadiran anggotanya dan sekaligus mempersiapkan barisan untuk pidato dan nasiht para guru. Tentu hal ini Nampak mudah jika dilakukan pada pagi hari, karena suasan yang sejuk dan menawan hati, terik mentari menambah sensasi hangat Spa outdoor.

Disisi lain beberapa siswa yang gelisah memutar badannya kekiri dan kekanan, melongok kearah kelas dan sesekali melihat kearah kantor, ya,,, kegelisahan untuk seorang siswa yang belum mengerjakan tugas minggu lalu, dan tidak akan mengerjakannya hingga detik-detik terakhir.

Namun memang mereka selalu beruntung, ketika tugas diselesaikan dikelas, maka ini adalah sinyal bagi guru bahwa materi yang diberika miunggu lalu sebagian besar belum merasuk kedalam kepala anak didiknya, dan pagi itu terpaksa sang guru mengulang materi dengan menggunakan permasalahan berupa tugas yang diberikannya minggu lalu tersebut.

Melihat hal ini segera saja, terbit kegembiraan siswa-siwa malang itu, pada dasarnya mereka tidak mengerjakan tugas bukan karena tidak mampu atau tidak mengerti, karena Nampak kepala mereka mengangguk-angguk paham ketika guru memberikan materi minggu lalu. Tapi rasa malaslah yang memenangkan pertarungan dalam diri mereka, menunda pekerjaan hingga ketika pada batas waktu, hingga akhirnya mereka bingung dan merasa tidak diberikan kesempatan, dan jalam plagiat adalah jurus jitu mengatasi segala permasalahan itu  (potret pendidikan yang dipaksakan).

Tapi kesenangan para siswa itu tidak berlangsung lama, segera setelah guru menerangkan sekilas tentang soal tugas rumah itu, Ia berkata, “persiapkan kertas satu lembar, semua buku dan tas masukan dilaci, waktu kalian mengerjakan 10 menit untuk 5 soal!”

“wah… belum bisa pak guru!” keluh sekelas serentak, menolakk justifikasi guru atas kemalasan mereka. Namun sang guru tetap membacakan soal dan anak didiknya pun mau tidak mau, sanggup tidak sanggup terpaksa mengerjakan juga…

& Komentar

  1. onke berkata,

    hei kawan aku sa tida bisa lupa mi sama sekolahku iotu belai….

  2. smanstik berkata,

    jadi inget masa sekolah dulu,,,,,

    jadi kangen>>>>… ^_^

  3. sulhan89 berkata,

    fren aku memilih untuk menjadi bagian dari setiap jengkal perubahan yang terjhadi di sekelilingku,,,

    kamu????

    • kua berkata,

      dan aku memilih untuk itu juga, jangan bilang kamu pemuda, jika kamu belum berkata aku akan berkorban untuk mereka, kejayaan negeriku tercinta

Tulis sebuah Komentar